Dispora Bengkulu Utara Gelar Festival Olahraga Tradisional, Bupati Arie Septia Adinata Tekankan Pelestarian Budaya dan Persatuan Warga

oleh -301 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) resmi menggelar Festival Olahraga Rekreasi dan Tradisional 2025 di Alun-Alun Rajo Malim Paduko, Arga Makmur, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini menghadirkan suasana meriah dengan keikutsertaan ratusan pelajar, komunitas budaya, dan masyarakat umum.

Festival ini merupakan ruang besar bagi masyarakat untuk merayakan keberagaman budaya sekaligus menghidupkan kembali olahraga dan permainan tradisional yang kini semakin jarang ditemui oleh generasi muda.

Bupati Hadir Memberikan Dukungan Langsung

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, turut hadir meninjau jalannya kegiatan. Kehadiran bupati disambut antusias oleh para pelajar dan masyarakat yang ikut serta dalam festival. Bupati menilai kegiatan ini penting untuk menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat jati diri daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa olahraga rekreasi dan permainan tradisional memiliki peran besar dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat persatuan warga.

“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi upaya menjaga kearifan lokal dan mempererat persatuan masyarakat Bengkulu Utara,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Dispora: Pelestarian Budaya adalah Tanggung Jawab Bersama

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkulu Utara menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam merawat keberagaman serta mempromosikan budaya lokal.

“Festival ini bukan sekadar pertunjukan. Ini momentum untuk menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan masyarakat Bengkulu Utara. Melalui olahraga dan permainan tradisional, kita merawat identitas lokal sekaligus mempererat persatuan,” harap Kadispora Nopri Silaban.

Dispora juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu mempertemukan komunitas budaya sekaligus menyadarkan masyarakat akan pentingnya pelestarian tradisi.

“Pelestarian budaya tidak akan berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat pula warisan budaya yang kita jaga bersama,” tambahnya.

Antusias Tinggi dari Pelajar dan Warga

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan siswa berseragam olahraga tradisional ikut serta dalam berbagai pertandingan dan atraksi. Warga tampak memadati area festival, menikmati pertunjukan seni, bazar UMKM, hingga permainan rakyat seperti tarik tambang, engrang, dan lomba tradisional lainnya.

Suasana meriah dan penuh kebersamaan membuat festival ini diprediksi menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu Utara untuk tahun 2025.(R01)