Disinyalir” Miliaran Utang Sekwan DPRD BU, Bag Investasi Bodong

oleh -308 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara –  Maraknya Investasi Bodong yang telah mengorbankan banyak pihak hingga 20 Miliar baru-baru ini, dengan modus arisan berjenjang, membuat para korban investasi Bodong melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Bengkulu Utara. Kejadian serupa tidak menutup kemungkinan akan terjadi di sekretariat DPRD kabupaten Bengkulu Utara korban pun disinyalir berpotensi bermunculan ke permukaan publik, salah-satunya pengakuan oknum anggota DPRD fraksi PDIP saat labrak wartawan sebelum sidang paripurna Selasa 23 April 2024, uang oknum Dewan belum dikembalikan oleh sekwan, Bag Investasi Bodong, “Kalo duit aku dibayarkan kemaren tuh, Pasti aku idak akan kalah Pileg kemaren” Pernyataan Beni Burmansyah cukup menyita perhatian publik.

Pasalnya, Pernyataan Beni Burmansyah disinyalir mirip dengan korban Investasi Bodong, Uang tidak kembali apalagi bunga yang beredar kabar sebesar 10 % , sebagaimana yang santer di pemberitaan media online beberapa Minggu terakhir.

Informasi terhimpun oleh awak Media, korban pun berpotensi akan semangkin bertambah, uangnya belum kembali dan belum lunas dikembalikan oleh SEKWAN DPRD kabupaten Bengkulu Utara, mulai dari angka pinjaman sebesar Rp. 1,7m sampai dengan Rp. 104 juta rupiah, jika diakumulasikan mencapai angka Rp 9 Miliar rupiah, Dikutip dari Media Utara Update.com

“Menurut Informasinya, Hutang Pribadi Oknum Sekwan DPRD Bengkulu Utara yang mengatasnamakan Lembaga saat ini berjumlah Sekitar 9 Miliar lebih, Itupun Mungkin saat ini sudah berkurang dengan sudah dicairkannya (Uang Persediaan) UP, Ganti Uang (GU) dan Tambahan Uang (TU) sejumlah sekitar 7,2 Milar Rupiah yang menurut informasi nya hanya digunakan sejumlah 2 Miliar untuk Kebutuhan Kantor, 5 Miliar Rupiah lainnya dibayarkan terhadap hutang berbunga Kepada para Rentenir atau pemilik saham,” Ungkap mantan sekwan DPRD Bengkulu Utara.

Kebenaran besaran utang Sekwan DPRD kabupaten Bengkulu Utara yang santer menjadi perbincangan publik tersebut, belum dapat dipastikan kebenarannya, karena sampai saat ini SEKWAN Evi Fitriani belum dapat dihubungi oleh awak Media, sebelum berita ini diterbitkan.

Penulis : Lau