Harian Rakyat Online- Pelestarian budaya Bengkulu, Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menyebut pemuda adalah sosok yang tepat untuk menjadi pelopor atau agen pelestari kebudayaan dan adat istiadat Bengkulu.
Untuk itu dia mendorong seluruh pemuda, termasuk bagi para mahasiswa di Bengkulu harus ikut melestarikan budaya dan adat istiadat di Provinsi Bengkulu.

“Pemuda jadi agen besar sebagai perawat dan pelestari budaya Bengkulu. Saya berharap ananda-ananda menjadi agen atau pelopor pelestari budaya Bengkulu, dengan harapan semua yang akan mewarisi dan melestarikan budaya Bengkulu,” kata Dewi Coryati, usai pembukaan sosialisasi Pelestarian Kebudayaan dan Adat Istiadat Bengkulu di Kalangan Generasi Muda, Selasa (7/11/2023)
Dewi Coryati menjelaskan, sosialisasi ini dalam rangka memupuk rasa kepedulian generasi muda di Bengkulu untuk peduli akan warisan budaya dan adat istiadatnya.
Hal ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Ini penting sebagai upaya kita untuk melestarikan budaya Bengkulu, sebagai tradisi kita dan mempromosikan aset budaya kita sebagai aset luar biasa,” jelasnya.
Dalam sosialisasi Pelestarian Kebudayaan dan Adat Istiadat Bengkulu di Kalangan Generasi Muda, ini menghadirkan 2 narasumber. Yakni akademisi dari Universitas Bengkulu (UNIB) Prof. Dr. Sarwit Sarwono, serta perwakilan dari Ditjen Kebudayaan, Kemndikbudristek RI.
Alpiqi alhabsi, salah satu peserta sosialisasi ini menyampaikan apresiasi atas acara ini.
Apalagi, ia sebagai generasi muda juga memiliki visi untuk ikut andil dalam pelestarian budaya dan adat yang ada di Bengkulu, sebagai daerah kelahirannya.
“Di Bengkulu ini bermacam-macam suku, ada suku Rejang, Serawai, ada juga suku Jawa. Budaya dan keseniannya tentu juga banyak. Jadi dari generasi seperti kita ini, tentunya penting dalam upaya melestarikan, dan nantinya mewariskan ke generasi selanjutnya,” Ungkap Alpiqi Alhabsi
Penulis : lau





