Bengkulu Utara — Dugaan praktik kotor dalam pembagian anggaran publikasi media di lingkungan Sekretariat DPRD Bengkulu Utara kini memasuki babak panas.
Bukan lagi sekadar ketimpangan, Isu yang mencuat mengarah pada satu kata: konspirasi.
“Nyoman Ciptakan Konspirasi”
Seorang sumber (Su) yang mengaku mengetahui praktik di dalam sekretariat buka suara—dan pernyataannya terbilang keras.
“Nyoman yang menciptakan kecurangan dalam bentuk konspirasi,” ungkapnya, Sabtu (21/3/2026).
Tak berhenti di situ, sumber juga melontarkan tudingan tajam.
“Curang nian Nyoman,” tegasnya.
Bahkan, ia menyebut praktik tersebut bukan hal baru, melainkan sudah mengakar.
“Tradisi di sekretariat tu Nyoman harus bertanggung jawab, jangan nyo ndak bae eselon 2,” katanya.
Jatah Media Diduga Sudah “Dikunci”
Di balik tudingan itu, muncul fakta yang membuat publik semakin curiga.
Pembagian publikasi disebut-sebut sudah diatur, dengan jatah 1 hingga 10 tagihan per media
Jika benar, maka:
-pembagian bukan berdasarkan profesionalitas
-melainkan diduga sudah “dikondisikan”
-bahkan berpotensi menjadi alat kendali
“Jalur Darat” Jadi Kode Rahasia?
Yang paling mengundang tanda tanya muncul istilah “jalur darat” Istilah ini kini disebut-sebut sebagai:
-jalur distribusi di luar mekanisme resmi
-kode internal dalam pengaturan anggaran
-atau bahkan jalur “titipan” oknum tertentu
Jika dugaan ini benar, maka “jalur darat” bukan sekadar istilah—melainkan pintu masuk membongkar skema tersembunyi.
Sumber internal Siap Bongkar Semua, jika membuat situasi semakin panas, sumber tersebut menyatakan siap membuka lebih jauh praktik yang terjadi.
“Pembagian publikasi ini tidak mesti seperti ini. Kalau seperti ini, inilah akibatnya. Saya siap buka-bukaan jika konflik pembagian publikasi ini tak kunjung selesai,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat: ada sesuatu yang lebih besar… dan belum terungkap.
Sekretariat Diam, Publik Curiga
Di tengah tudingan keras ini, pihak Sekretariat DPRD Bengkulu Utara belum memberikan klarifikasi.
Sikap diam justru memicu spekulasi; Apa yang sebenarnya terjadi di balik pembagian anggaran publikasi?
Pertanyaan Besar; Jika semua ini benar, maka persoalannya bukan lagi teknis pembagian.
Melainkan:
– siapa yang mengatur?
– siapa yang menikmati?
– dan siapa yang dilindungi?
Apakah “jalur darat” akan menjadi pintu terbongkarnya skandal besar…
atau justru kembali tertutup rapat?
Breaking… masih berkembang.(R01)





