BREAKING NEWS; KLAIM TANAH PRIBADI DISOROT! KAPOLSEK AIR BESI MINTA BUKTI FOTO/VIDEO PIHAK YANG MEMINTA UANG MASUK PENGUNJUNG WISATA KELAPA SERIBU, WARGA UNGKAP DUGAAN PUNGUTAN RP300 RIBU DI LOKASI TAMBAK

oleh -268 Dilihat
oleh

BENGKULU UTARA, HR — Polemik dugaan pungutan uang kebersihan di objek wisata Kelapa Seribu, Kabupaten Bengkulu Utara, menjadi sorotan. Di tengah klaim pungutan sukarela di atas tanah pribadi, pedagang dan masyarakat setempat mengungkap dugaan permintaan uang kepada pengunjung di kawasan tambak dan lokasi yang diklaim sebagai tanah milik pihak lain.

Beberapa orang warga setempat menyebut kelompok pengunjung yang berkemah di kawasan tambak bukan tanah pribadi pernah dimintai uang Rp. 100.000 – Rp300.000., motor untuk masuk Rp.5000, mobil pribadi Rp.10.000, mobil odong-odong Rp. 50.000/unit dengan dalil uang kebersihan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kapolsek Air Besi menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan para pihak terkait. Ia juga meminta masyarakat menyerahkan bukti foto atau video apabila menemukan pihak yang meminta uang kendaraan masuk lokasi wisata Kelapa Seribu apalagi bukan dilokasi tanah pribadinya untuk mengambil keuntungan apalagi memaksa pengunjung dan bahkan menetapkan tarip uang.

KAPOLSEK MINTA BUKTI FOTO DAN VIDEO

Kapolsek Air Besi memberikan klarifikasi kepada awak media Harian Rakyat Online melalui pesan dan telpon WhatsApp, Jumat (23/10/2026). Ia menjelaskan bahwa polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap orang-orang yang diduga melakukan pungutan.

Menurut Kapolsek, pihak yang dimintai keterangan mengklaim bahwa lokasi tersebut merupakan tanah pribadi dan uang yang diminta secara sukarela untuk kebersihan. Ia juga menyebut dokumen kepemilikan lahan, termasuk sertifikat, telah ditunjukkan kepada pihak kepolisian.

“Mereka klaim itu tanah lokasi pribadi, uang yang diambil sukarela untuk kebersihan. Kalaupun ada yang mengambil uang bukan di lokasi pribadinya untuk uang kebersihan atau ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan, dan bahkan memaksa untuk diminta uang masuk tolong foto dan video orang-orang tersebut serahkan ke kami,” tegas Kapolsek.

Permintaan tersebut menjadi penting untuk memperjelas siapa yang meminta uang, di mana pungutan dilakukan, dan apa dasar kewenangan pihak yang mengambil uang dari pengunjung.

PEDAGANG UNGKAP PENGUNJUNG MENGAKU SUDAH BAYAR UANG KEBERSIHAN DI LOKASI TAMBAK

Salah satu pedagang setempat berinisial YR mengungkapkan bahwa pemilik lahan di kawasan wisata Kelapa Seribu disebut terdiri atas beberapa orang.

Ia menceritakan kejadian ketika pengunjung ditegur karena membuang sampah di lokasi tambak yang berdekatan dengan tempat jualannya, pengunjung mengklaim sudah bayar uang kebersihan sedangkan lokasi tersebut bebas uang kebersihan

“Pemilik lahan wisata ini ada beberapa orang. Waktu itu ada pengunjung yang buang sampah di samping kami ini, kami tegur. Pengunjung mengklaim sudah bayar uang kebersihan di lokasi tambak ini, lalu hampir terjadi keributan dengan pihak yang sudah mengambil uang kebersihan sedangkan lokasi disini bebas uang kebersihan,” ungkapnya

Keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pihak yang mengambil uang di kawasan tambak, status kepemilikan lokasi, serta dasar pungutan yang diberlakukan kepada pengunjung hingga bertolak belakang dengan keterangan pihak ter periksa di Polsek air besi.

KELOMPOK KEMAH DI KAWASAN TAMBAK DISEBUT DIMINTAI Rp. 100.000 – RP300 RIBU

YR dan beberapa warga setempat juga mengungkapkan bahwa pernah ada kelompok pengunjung yang berkemah di kawasan tambak dan disebut dimintai uang sebesar Rp. 100.000 – Rp300.000.untuk uang kebersihan.

“Di lokasi tambak sana waktu itu sambil menunjukkan lokasi tambak ada kelompok kemah diminta uang Rp. 100. 000 – Rp300.000,” ungkap beberapa warga setempat

Hingga berita ini disusun, nominal Rp. 100.000 – Rp300.000 tersebut masih berdasarkan keterangan sumber dan belum terverifikasi secara independen pihak kepolisian pun baru mengetahui.

“Baru tau kami kalau ada juga yang berkemah disana juga diambilkan uang kebersihan, bagi yang diminta uang tolong kirimkan poto dan video yang meminta uang, apalagi memaksa” Ungkap kapolsek air besi.

Disisi lain Masyarakat tentu berharap objek wisata Kelapa Seribu dapat dinikmati dengan aman dan nyaman, bukan dikejar-kejar untuk diminta uang masuk hingga terkesan tidak ada etika.

Harian Rakyat Online, akan terus menelusuri perkembangan persoalan ini dengan mengedepankan bukti, konfirmasi semua pihak, keberimbangan, dan asas praduga tak bersalah.(R01)