BENGKULU UTARA – Kecelakaan kembali terjadi di jembatan gantung penghubung Sebayur Jaya – Rena Jaya, Dusun Sebayur Jaya, Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Sebuah mobil yang mengangkut hasil bumi dilaporkan mengalami insiden saat melintas di jembatan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian sore ini, namun peristiwa tersebut kembali menyoroti kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan warga.
Narasumber BPD Desa Air Sebayur, Ponco, menyampaikan bahwa jembatan gantung yang dibangun sejak tahun 2005 itu hingga kini belum mendapat perbaikan signifikan dari pemerintah daerah.
“Selama ini perawatan hanya dilakukan secara swadaya masyarakat. Pengajuan dari pemerintah desa sudah berkali-kali disampaikan, tetapi belum ada tanggapan. Padahal jembatan ini sangat vital,” tegas Ponco.
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi akses utama bagi: Anak-anak sekolah setiap hari, Aktivitas perekonomian warga, Distribusi hasil pertanian menuju wilayah Giri Mulya
Beberapa kali kecelakaan disebut telah terjadi di lokasi yang sama. Warga terpaksa tetap melintas karena tidak ada jalur alternatif yang memadai.
Ponco berharap Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara segera turun tangan melakukan peninjauan dan mengambil langkah konkret, baik melalui rehabilitasi total maupun pembangunan jembatan permanen.
“Keselamatan masyarakat tidak boleh terus dipertaruhkan,” tutupnya.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar segera merespons keluhan masyarakat Sebayur Jaya yang telah bertahun-tahun menghadapi risiko setiap kali melintasi jembatan gantung tersebut.(R01)





