BREAKING NEWS: Baru Seumur Jagung Pimpin Dinkes Seluma, Persoalan Kian Pelik! Mosi Tak Percaya hingga Dugaan Pungutan Jadi Sorotan

oleh -202 Dilihat
oleh

SELUMA, HR — Kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Sri Yulia Ningsih, S.ST, yang menggantikan Erlan Suadi, SP, M.AP, kini menjadi sorotan di tengah mencuatnya sejumlah persoalan di lingkungan pelayanan kesehatan. Meski masa kepemimpinannya masih relatif singkat sejak serah terima jabatan (sertijab) pada April 2026, berbagai informasi mengenai mosi tidak percaya pegawai, dugaan pungutan dana Hari Kesehatan Nasional (HKN), hingga dugaan potongan sebesar 30 persen mulai menjadi perhatian publik.

Pergantian kepemimpinan tersebut semula menjadi bagian dari dinamika organisasi Pemerintah Kabupaten Seluma. Namun, mencuatnya berbagai keluhan dan informasi yang beredar membuat publik mempertanyakan bagaimana persoalan di lingkungan Dinas Kesehatan ditangani, serta langkah apa yang telah dilakukan untuk memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Mosi Tidak Percaya Menambah Sorotan

Polemik mencuat setelah beredarnya informasi mengenai mosi tidak percaya dari sejumlah pegawai Puskesmas Rimbo Kedui. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut hubungan internal tenaga kesehatan dan pengelolaan pelayanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Di tengah persoalan itu, publik menantikan penjelasan dari Plt. Kadinkes Seluma mengenai substansi keluhan pegawai, langkah evaluasi yang telah dilakukan, serta tindak lanjut untuk mencegah persoalan serupa berkembang lebih luas.

Dugaan Dana HKN Naik dari Rp500 Ribu Menjadi Rp1 Juta

Sorotan lain muncul setelah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan keterangan kepada awak media Harian Rakyat Online melalui WhatsApp, Rabu (7/10/2026).

“Pungutan itu sudah lama berlangsung. Pungutan dana HKN itu tahun sebelumnya Rp500 ribu per puskesmas, tahun ini naik jadi satu juta per puskesmas,” ungkap sumber tersebut.

Keterangan itu memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar. Siapa yang menetapkan nominal pengumpulan dana HKN tersebut? Apakah terdapat surat resmi atau dasar administrasi? Kepada siapa dana disetorkan, untuk kegiatan apa digunakan, dan bagaimana pertanggungjawabannya?

Jika informasi tersebut benar, mekanisme pengumpulan dana perlu dijelaskan secara terbuka agar dapat diketahui apakah pelaksanaannya sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dugaan Potongan 30 Persen Disebut Berlangsung Lima Tahun

Selain persoalan dana HKN, informasi lain yang beredar turut menyinggung dugaan potongan sebesar 30 persen yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun. Informasi tersebut juga mengaitkan dugaan pungutan dengan SKP dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

Apabila benar terdapat praktik pemotongan sebagaimana yang ditudingkan, persoalan itu perlu ditelusuri berdasarkan jenis dana, dasar pemotongan, periode kejadian, pihak yang mengambil keputusan, serta bukti transaksi yang tersedia.

Rentang waktu yang disebut mencapai lima tahun juga menjadi alasan penting untuk menelusuri kronologi sejak periode kepemimpinan sebelumnya, termasuk masa jabatan pejabat terdahulu, hingga masa kepemimpinan Sri Yulia Ningsih.

Sertijab Bukan Akhir, Publik Menunggu Langkah Konkret

Pergantian dari Erlan Suadi, SP, M.AP, kepada Sri Yulia Ningsih, S.ST, menandai peralihan tanggung jawab kepemimpinan di Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. Dalam situasi munculnya berbagai persoalan, masyarakat kini menantikan langkah konkret untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik dan pengelolaan administrasi dilakukan sesuai aturan.

Harian Rakyat Online membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Sri Yulia Ningsih, S.ST, pejabat sebelumnya Erlan Suadi, SP, M.AP, para kepala puskesmas, serta pihak-pihak terkait.

Kini, publik menunggu penjelasan dan tindak lanjut yang terukur. Di tengah pergantian kepemimpinan yang masih relatif baru, keterbukaan informasi dan pemeriksaan berdasarkan bukti menjadi penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma.Baru Seumur Jagung Pimpin Dinkes Seluma, Persoalan Kian Pelik! Mosi Tak Percaya hingga Dugaan Pungutan Jadi Sorotan. (R01)