Harian Rakyat Online- Kekesalan masyarakat melihat bukti fisik realisasi anggaran dana Desa Pagar Ruyung kecamatan Batik Nau kabupaten Bengkulu Utara tahun anggaran 2023 semangkin mengeluarkan aroma kurang sedap dikalangan masyarakat setempat. Sebelumnya beredar kabar Dana ketahanan pangan 20% dari total DD Desa Pagar Ruyung kuat dugaan korupsi, kini kembali hangat jadi perbincangan pembangunan saluran drainase diduga asal jadi.
Pasalnya, Pengadaan Bibit unggas yang diserahkan dengan masyarakat dikeluhkan oleh Warga yang dinilai gagal oleh masyarakat setempat, kini giliran pembangunan saluran drainase hangat menjadi perbincangan, pekerjaan asal jadi yang nampak jelas pada fisik pembangunan yang telah menghabiskan anggaran hampir Satu juta rupiah per meter.
“Kami minta pihak kecamatan Batik Nau benar-benar dapat melakukan monitoring dan evaluasi terkait realisasi anggaran dana Desa Pagar Ruyung, karena saluran drainase itu nampak seperti pembangunan asal jadi. Tolong cek kualitas dan kuantitas pekerjaan fisik kegiatan drainase tersebut sesuai dak dengan RAB, Spek dan gambar” jelas Warga setempat melalui pesan singkat WhatsApp 6/3/2024.
Pantauan Awak Media, Warga keluhkan Program ketahanan pangan Desa pagar ruyung kecamatan Batik Nau hingga dianggap gagal, pembangunan saluran drainase kuat dugaan masyarakat asal jadi dan kurangnya keterbukaan tranparansi Anggaran Dana Desa dikalangan masyarakat setempat, pihak kecamatan akan lakukan Monev.
Pewarta : Edi





