Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Bungkam Dikonfirmasi, 6 Pertanyaan Soal Proyek Rp67 Miliar 

oleh -319 Dilihat
oleh

Bengkulu, HR – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Juhaili, hingga kini belum memberikan respons atas konfirmasi wartawan terkait sorotan dua Mega proyek besar yang tengah menjadi perhatian publik.

Konfirmasi tersebut dikirim Redaksi Harian Rakyat Online melalui pesan WhatsApp, berisi enam pertanyaan penting menyangkut fungsi pengawasan DPRD. Namun, sampai berita ini ditayangkan, belum ada jawaban dari Juhaili.

Sikap bungkam ini memicu tanda tanya, mengingat nilai dua Mega proyek yang disorot mencapai Rp67 miliar.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Bengkulu, sempat merespons singkat. Namun ia enggan memberikan penjelasan lebih jauh dan meminta agar konfirmasi disampaikan langsung ke ketua komisi III Juhaili

“Langsung dengan ketua komisi ajo kando.. dak enak aku yang beri tanggapan kando,” ujarnya.

Berikut enam poin konfirmasi yang dilayangkan wartawan:

1. Apakah Komisi III sudah melakukan sidak proyek Jalan Padang Betuah–Perbo sejak disorot Januari 2026?

2. Apakah ada audit teknis terkait dugaan perubahan spesifikasi dari rabat beton ke koral/sirtu?

3. Apakah Komisi III telah meninjau langsung lokasi jembatan ambruk di Seluma?

4. Apakah DPRD sudah memanggil kontraktor dan OPD terkait?

5. Apakah dokumen kontrak dan addendum akan dibuka ke publik?

6. Apa langkah konkret Komisi III dalam waktu dekat?

Hingga kini, seluruh pertanyaan tersebut belum mendapat tanggapan.

Dua Mega proyek yang menjadi perhatian publik diketahui dikerjakan oleh PT Roda Teknindo Purajaya.

Pertama, proyek Jalan Padang Betuah–Perbo di Bengkulu Tengah senilai Rp51 miliar lebih yang dipersoalkan sejak awal tahun. Proyek ini disorot karena dugaan perubahan spesifikasi pekerjaan.

Kedua, proyek jembatan di Kabupaten Seluma senilai Rp16 miliar yang dilaporkan ambruk pada bagian oprit pada April 2026.

Publik Menunggu Respons

Belum adanya penjelasan dari pimpinan Komisi III membuat publik mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan DPRD berjalan?……

Apalagi, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait sidak, audit teknis, maupun pemanggilan pihak terkait.

Publik kini menunggu respons Ketua Komisi III DPRD Bengkulu untuk menjelaskan langkah dan sikap lembaga terhadap dua proyek tersebut. (R01)