Bengkulu, HR – Pengelolaan Dana BOS di SMAN 2 Kota Bengkulu menjadi sorotan setelah ditemukan pola selisih anggaran yang berulang selama tiga tahun berturut-turut 2023–2025.
Data menunjukkan, setiap tahun tahap pertama selalu menyisakan dana, sementara tahap kedua justru mengalami kelebihan belanja dengan nilai yang hampir identik, 2023 Rp 60 juta, 2024 Rp 192 juta, 2025 Rp 164 juta.
Pola angka yang nyaris “kembar” ini dinilai tidak wajar dan memunculkan indikasi kejanggalan dalam pengelolaan anggaran.
Selain itu, lonjakan anggaran perpustakaan juga mencolok, dari Rp 0–9 juta di tahap awal menjadi lebih dari Rp 300 juta di tahap berikutnya.
Harian Rakyat Online telah mengonfirmasi pihak SMAN 2 Kota Bengkulu, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban resmi.
Hal ini memicu desakan agar dilakukan audit menyeluruh guna memastikan transparansi penggunaan dana BOS.
Harian Rakyat Online akan terus menelusuri perkembangan informasi tentang Dana BOS SMAN 2 kota Bengkulu.(R01)





