TPS3R Rp600 JUTA DI BENGKULU UTARA DISOROT, PEJABAT MINTA “JANGAN DIEKSPOS”: ADA APA?

oleh -353 Dilihat
oleh

BENGKULU UTARA – Proyek pembangunan Gedung TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di Kecamatan Padang Jaya dan Argamakmur kini memasuki babak baru: bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga soal transparansi.

Setelah proyek senilai Rp600 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 tersebut dinyatakan rampung, sorotan publik justru semakin menguat. Bangunan memang sudah berdiri, namun fungsi dan kualitasnya masih menjadi tanda tanya.

Namun yang lebih mengejutkan, saat dikonfirmasi, pihak Dinas Lingkungan Hidup justru memberikan pernyataan yang memantik kecurigaan.

“Jangan pak, kegiatan ini diekspos, kasihan dengan kelompok,” ujar salah satu pejabat instansi terkait.

Pernyataan ini langsung menimbulkan pertanyaan besar: mengapa sebuah proyek yang dibiayai uang negara justru diminta untuk tidak dipublikasikan?

Dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, setiap penggunaan anggaran publik seharusnya terbuka untuk diawasi masyarakat, bukan justru ditutup-tutupi.

Dalih “kasihan dengan kelompok” juga dinilai tidak relevan jika proyek tersebut memang telah dilaksanakan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata.

Justru, pernyataan tersebut memunculkan spekulasi:

Apakah ada kekhawatiran terhadap hasil pekerjaan?

Apakah proyek ini tidak berjalan sesuai harapan?

Atau ada hal lain yang tidak ingin diketahui publik?

Sejumlah pengamat menilai, sikap seperti ini berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.

“Kalau semuanya sudah sesuai, tidak ada alasan untuk takut diekspos. Justru publikasi itu bentuk pertanggungjawaban,” ujar salah satu sumber.

TPS3R sendiri merupakan program strategis dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun tanpa keterbukaan, tujuan tersebut berisiko tidak tercapai secara maksimal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup terkait maksud pernyataan tersebut, maupun kesiapan operasional fasilitas TPS3R yang telah dibangun.

Kini publik menanti kejelasan: apakah ini sekadar salah ucap, atau sinyal adanya persoalan yang lebih dalam?……..(R01)