Isu Keracunan MBG Terbantahkan, Kapolres Bengkulu Utara Beberkan Fakta Medis

oleh -380 Dilihat
oleh

BENGKULU UTARA – Isu dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat beredar luas akhirnya terbantahkan. Polres Bengkulu Utara memastikan bahwa meninggalnya siswa MIN 02 Bengkulu Utara bukan disebabkan oleh keracunan makanan.

Penegasan tersebut disampaikan langsung Kapolres Bengkulu Utara, Bakti Kautsar Ali, dalam press release resmi yang digelar Selasa malam, 3 Maret 2026, di ruang lobi Mapolres.

Kronologi Kejadian

Korban, Muhamad Sultan Alfatih (8), pada Kamis (26/2/2026) mengonsumsi paket MBG berupa roti burger setelah pulang ke rumah. Sekira pukul 12.35 WIB korban mengeluh pusing dan kemudian pingsan.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Lagita Ketahun sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Bengkulu pada Jumat (27/2/2026) karena mengalami kejang dan muntah.

Pemeriksaan CT Scan menunjukkan adanya pendarahan di kepala serta penggumpalan cairan di otak. Selanjutnya korban dirujuk ke RS Tiara Sella Bengkulu untuk menjalani tindakan operasi.

Namun, meskipun upaya medis telah dilakukan secara maksimal, korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu malam pukul 21.42 WIB akibat henti jantung dan henti napas.

Hasil Uji Laboratorium

Untuk memastikan penyebab kematian, pihak kepolisian mengamankan sampel roti burger dan muntahan korban yang kemudian diuji di Balai POM Bengkulu.

Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan zat berbahaya.

“Hasil medis menyatakan penyebab kematian korban murni karena pendarahan dan penggumpalan cairan di kepala yang memicu hentinya jantung,” tegas Kapolres.

Imbauan Kepolisian

Polres Bengkulu Utara mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian menegaskan bahwa isu keracunan MBG tidak terbukti secara medis maupun laboratoris.

Jenazah korban telah dimakamkan di Desa Giri Kencana pada Minggu (1/3/2026) dalam suasana duka mendalam.(R01)