Diduga Perampasan Lahan, Ibu Warga Air Sebayur Menangis Kehilangan Kebun yang Telah Lama Digarap

oleh -873 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara – Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan seorang ibu warga Desa Air Sebayur terduduk lemas dan menangis setelah lahan kebun yang selama ini digarapnya diduga dirampas secara paksa oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan tanah adat leluhur Desa Durian Amparan.

Menurut keterangan warga, lahan tersebut telah lama dikelola oleh korban untuk menopang kehidupan keluarganya. Namun belakangan, lahan itu disebut telah diambil alih secara sepihak dan bahkan diduga telah diperjualbelikan oleh seorang bernama Iwan bersama kelompoknya yang mengklaim sebagai ahli waris tanah adat leluhur Durian Amparan.

Konflik agraria ini diketahui telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan terus memanas. Pemerintah Desa Air Sebayur, yang secara administratif memiliki kewenangan wilayah atas lahan tersebut, disebut telah mengeluarkan surat klarifikasi terkait status wilayah dan kepemilikan. Namun demikian, kelompok yang mengatasnamakan leluhur adat Durian Amparan tetap melakukan aktivitas penguasaan lahan.

Warga menilai kelompok tersebut bertindak seolah tidak mengindahkan hukum dan otoritas pemerintahan desa. Bahkan, baru-baru ini dilaporkan terjadi penggiringan massa dari Desa Durian Amparan ke wilayah Desa Air Sebayur untuk melakukan pemancangan patok di kebun milik warga, serta menduduki pondok dan lahan yang selama ini dikelola masyarakat setempat.

Tindakan tersebut memicu ketakutan dan keresahan warga Air Sebayur, terutama para petani kecil yang menggantungkan hidup dari hasil kebun. Mereka khawatir konflik ini akan semakin meluas dan berujung pada bentrokan horizontal apabila tidak segera ditangani secara tegas.

Warga mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera turun tangan, melakukan penertiban, serta memastikan penyelesaian konflik lahan dilakukan sesuai hukum yang berlaku, bukan berdasarkan klaim sepihak yang berpotensi merugikan masyarakat kecil.(R01)