Bengkulu Utara — Di tengah derasnya isu liar yang berkembang terkait pengunduran diri Kepala Desa dan Ketua BPD Bumi Harjo, Ketua BPD Wartiyem akhirnya angkat bicara. Ia membantah keras bahwa keputusan mundurnya berkaitan dengan isu wanita idaman lain (WIL) sebagaimana ramai dibicarakan warga.
Wartiyem menegaskan kepada wartawan media harian rakyat online, bahwa dirinya dan Kepala Desa Suyanto memilih mundur karena situasi internal desa sudah tidak kondusif, bukan karena isu pribadi yang beredar.
“Makanya Kades dan saya pilih mundur dari jabatan, mas. Jujur kami sendiri kaget dengan isu yang beredar,” ujar Wartiyem.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya mulai merasa tidak nyaman setelah mendengar kabar adanya pihak-pihak yang ingin merusak nama baik unsur pimpinan desa.
“Pagi itu salah satu warga menjelaskan ada yang mau menghancurkan nama baik ibu dan Pak Kades. Waktu itu juga saya kepikiran ingin mundur. Karena kalau saya nggak mundur, nggak akan selesai masalah yang diisukan ke saya,” jelasnya.
Menurut Wartiyem, keputusan mundur diambil bersama karena tekanan dan stigma negatif sudah begitu kuat, sehingga kepemimpinan dianggap tidak lagi berjalan sehat.
“Makanya kami sepakat mundur. Karena sebaik apa pun kami, berapa pun pengorbanan kami, nggak akan ada nilainya ketika sudah ada penilaian negatif. Ada provokator yang ingin menjatuhkan kami,” tegasnya.
Ia juga mengatakan banyak warga justru menyayangkan keputusan mereka, mengingat kinerja selama menjabat dinilai cukup baik.
“Yang jelas kenapa kami kompak mundur… kalau nggak mundur, masalah nggak akan selesai. Orang akan tetap mencari kekurangan kami. Kalau mundur, sudah aman… tinggal memikirkan kerjaan di rumah dan keluarga tetap utuh,” tutup Wartiyem.
Pernyataan ini diharapkan dapat meredam isu yang beredar dan menjelaskan motivasi sebenarnya di balik pengunduran diri serempak pimpinan Desa Bumi Harjo.(BM)





