Heboh! Tiga Perusahaan Sawit Skala Besar Diduga Rusak Lahan Pertanian dan Kuasai Aset Irigasi Pemerintah

oleh -417 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara — Polemik panas kembali mencuat di tengah masyarakat pasca munculnya tudingan keras terhadap tiga perusahaan perkebunan sawit berskala besar yang beroperasi di wilayah Bengkulu Utara. Perusahaan yang dimaksud yakni PT Green Jaya Niaga, PT Agro Perak, dan PT Diamond Prima Cemerlang.

Pantauan Awak Media, Dalam sebuah video beredar yang berdurasi 4 menit 44 detik tersebar di platform YouTube, seorang warga bernama Junaidi menyampaikan kecamannya atas aktivitas perusahaan yang diduga telah merusak sawah warga sekaligus mengambil alih sistem irigasi milik pemerintah — yang tercatat sebagai aset Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra VII Provinsi Bengkulu.

“Perusahaan sudah merusak sawah warga dan mengambil alih irigasi aset pemerintah Balai Sumatra 7 Provinsi Bengkulu,” tegas Junaidi dalam video tersebut.

Warga menilai tindakan itu telah menimbulkan kerugian besar bagi petani sekitar, mulai dari gagal panen, menurunnya volume air irigasi, hingga terancam hilangnya sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Lebih jauh, Junaidi menyinggung ketimpangan penegakan hukum yang kerap dirasakan masyarakat kecil ketika berhadapan dengan korporasi besar.

“Hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah,” ucapnya, menambahkan nada getir dalam kritik pedasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun klarifikasi dari instansi terkait. Namun, publik menanti sikap tegas penegak hukum, pemerintah daerah, hingga BWS Sumatra VII untuk memastikan bahwa aset negara dan hak masyarakat tidak dirampas oleh kepentingan korporasi.

Kasus ini menjadi alarm keras tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas perkebunan sawit yang kerap berbenturan dengan sektor pertanian rakyat.

Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau. Potensi konflik horizontal dikhawatirkan membesar jika pemerintah tidak segera turun tangan menuntaskan persoalan ini.(R01)