Produk UMKM Bengkulu Utara Gagal Tembus Pasar Ritel Modern, Kehadiran Alfamart dan Indomaret Dipertanyakan

oleh -351 Dilihat
oleh

Arga Makmur – Kehadiran jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Bengkulu Utara kini menuai tanda tanya. Pasalnya, hingga saat ini belum ada satu pun produk UMKM daerah yang berhasil dipasarkan melalui gerai-gerai tersebut, meski sebelumnya keberadaan mereka sempat dijanjikan akan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku kecewa dan “gigit jari” lantaran upaya mereka untuk masuk ke pasar ritel modern belum membuahkan hasil.

“Sampai saat ini belum ada produk UMKM Bengkulu Utara yang diterima oleh pihak Alfamart maupun Indomaret. Kami sudah mengajukan beberapa kali, tapi hasilnya nihil,” ungkap salah satu pelaku UMKM yang enggan disebut namanya kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).

 

Janji Manis yang Tak Terpenuhi

Ketika pertama kali masuk Bengkulu Utara, kedua jaringan ritel ini disebut-sebut akan menyediakan ruang bagi produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian daerah. Namun, realitanya jauh dari harapan.

Pelaku UMKM menilai, pihak manajemen ritel modern terlalu mempersulit proses masuknya produk lokal dengan persyaratan administrasi dan standar mutu yang dinilai tidak realistis untuk usaha kecil.

Pemkab Diminta Turun Tangan

Aktivis ekonomi lokal, Budiman, mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk segera mengambil sikap. Menurutnya, jika komitmen pemberdayaan UMKM tidak dijalankan, keberadaan ritel modern hanya akan mematikan usaha kecil yang ada.

“Pemerintah harus tegas. Kalau mereka tidak mau menerima produk lokal, maka izinnya perlu ditinjau ulang,” ujarnya.

 

Dampak Terhadap UMKM

Tidak terserapnya produk UMKM di ritel modern membuat pelaku usaha harus kembali mengandalkan pasar tradisional dan penjualan langsung, yang skalanya jauh lebih kecil. Kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal dan mematikan semangat wirausaha di daerah.

Belum Ada Penjelasan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Alfamart dan Indomaret di Bengkulu Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait alasan belum diterimanya produk UMKM lokal di gerai mereka.

Sementara itu, pelaku UMKM berharap pemerintah dan DPRD segera memfasilitasi pertemuan antara ritel modern, produsen lokal, dan pihak terkait untuk mencari solusi yang adil dan saling menguntungkan.(R01)