Syafriandi SE, ST, M.Si, Targetkan PAD Perikanan Provinsi Bengkulu 0,5 Miliar Per Tahun 

oleh -1310 Dilihat
oleh

Harian Rakyat Online– Pemerintah provinsi Bengkulu mulai memperhatikan Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPBAT) di Bengkulu Utara, melalui Anggaran dua Unit kolam, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu mulai melakukan perbaikan 53 kolam air tawar. Mengingat kolam Air tawar UPTD Bengkulu Utara adalah terbesar nomor 3 setelah Jawa Barat.

Syafriandi SE, ST, M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Kamis (27/6) mengatakan, pihaknya saat ini lagi melakukan rehabilitasi dua kolam dari total 53 kolam di UPTD Bengkulu Utara. Dengan harapan operasinya 53 kolam UPTD Bengkulu Utara nantinya dapat meningkatkan PAD sektor perikanan mencapai 0,5 Miliar per tahun.

“Mulai Tahun 2023 kemarin kita baru mulai melakukan perbaikan satu kolam, tahun ini kita lanjutkan dua kolam UPTD Bengkulu Utara, termasuk siring untuk pemaksimalan air. Di tahun depan insyaallah akan kita anggarkan kembali Rp 20 miliar untuk rehabilitasi kolam ikan Air tawar terbesar dengan harapan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi nantinya dapat meningkatkan PAD sektor perikanan mencapai angka 0,5 Miliar per tahun,” Papar kadis perikanan provinsi Bengkulu Syafriandi.

Tidak hanya itu, lanjutnya, 4 mess yang bakal dilakukan rehab, sehingga UPTD Bengkulu Utara benar-benar tidak terlihat seperti terbengkalai dan Kita juga mulai melakukan pembinaan kelompok perikanan lainnya.

“Pembinaan kelompok dan kegiatan lainnya dapat dilakukan di mess untuk itu kita akan lakukan rehab. Sehingga target PAD 0,5 Miliar dapat tercapai, karena produksi ikan air tawar dengan jumlah 53 kolam itu kita prediksi mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Provinsi Bengkulu, Padang dan Sumatera Selatan,”  Ungkapnya 

Pantauan Awak Media, Terobosan yang dilakukan oleh kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Syafriandi SE, ST, M.Si. Bermula dari kajian hasil koordinasi dan konsultasi dengan Gubernur provinsi Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah. Yang dilanjutkan ke kementerian kelautan dan perikanan RI. Bahwa kolam Air tawar Bengkulu adalah nomor 3 terbesar setelah Jawa Barat se-Indonesia. Syafriandi SE, ST, M.Si. dikenal sebagai pemerhati kelautan dan perikanan, mulai dari ketersediaan BBM nelayan hingga pembagian 3 ton ikan gratis Kepada masyarakat yang dibagikan langsung oleh gubernur provinsi Bengkulu beberapa waktu yang lalu, dengan harapan UPTD Bengkulu Utara dapat tercipta dengan hal yang sama.(ADV)

Penulis : Lau