Harian Rakyat Online- Pasca mencuatnya program ketahanan pangan Desa Pagar Ruyung yang diduga syarat korupsi, keluhan warga pagar ruyung bermunculan keluhkan realisasi Dana Desa (DD) Desa pagar Tahun Anggaran 2023 kuat dugaan korupsi.
Pasalnya, Pengadaan Bibit unggas dalam Realisasi anggaran program ketahanan pangan Desa Pagar Ruyung Tahun Anggaran 2023 menuai berbagai kritikan dari penerima manfaat (Warga) yang dinilai janggal, mulai dari jumlah dan jenis Bibit unggas, pakan, Hok dan waring. Keluhan masyarakat tidak sebatas itu, termasuk kegiatan galian saluran air atau Drainase yang diduga tidak sesuai spesifikasi,RAB dan Gambar.
“Bibit yang diterima ini banyak yang bukan betina, pakan tidak diberikan, upah kandang tidak juga diberikan dan Volume waring tidak cukup, inilah keluhan kami yang mendasar” jelas Warga setempat yang belum mau disebutkan namanya, melalui Via WhatsApp 3/3/2024.
Saluran Air itu juga tidak jelas pekerjaannya, lanjut warga setempat
“Saluran itukan ada galiannya, pekerjaannya hanya pengurasan. coba diangkat ajalah persoalan ini, kades kami ini kayaknya lain ini” Ungkap Warga dengan Nada kesal.
Terpisah, Pihak kecamatan Batik Nau akan melakukan Monitoring dan evaluasi (Monev) terkait santernya keluhan warga dan pemberitaan di media
“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan Monitoring dan evaluasi (Monev) terkait realisasi anggaran dana program ketahanan pangan Desa Pagar Ruyung Tahun Anggaran 2023 dan saya juga masih baru disini mengembankan tugas sebagai pemangku wilayah (Camat Batik Nau) Saya berharap jika ada persoalan dengan warga dapat diselesaikan dengan baik oleh Pemerintah Desa setempat” Papar Camat Batik Nau Alamsyah melalui Via telpon WhatsApp 3/3/2024.
Penulis : lau





