HARIAN RAKYAT ONLINE– Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara melakukan rapat persiapan Audit kasus stunting melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkulu Utara. Rapat persiapan audit kasus stunting sebagai salah satu dari Upaya mengidentifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin.

Dalam pemaparan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Bengkulu Utara Ibu Nova Hendriani, SKM, MM bahwa
“perkembangan prevalensi stunting di tahun 2023 ini dengan hasil alat pengukur per agustus 2023 mengalami penurunan sebeser 0,8% dari tahun 2022 sebesar 8,15%. (Sumber data EPPGBM) ” Papar ibu Nopa Dalam Rapat tersebut Senin 13/11/2023.

Audit Kasus Stunting (AKS) ini merupakan salah satu perwujudan dari Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang termuat dalam Rencana Aksi Nasional yang disusun oleh BKKBN.
“Beberapa sasaran dalam pelaksanaan AKS ini adalah Catin (Calon Pengantin), Bumil (Ibu Hamil), Bufas (Ibu Pasca Melahirkan), Baduta dan Balita yang tersebar di beberapa kecamatan lingkup kabupaten bengkulu utara. Untuk sasaran kecamatan AKS Semester dua ini pada lima kecamatan yaitu Arga Makmur, Arma Jaya, Hulu Palik, Padang Jaya, Batik Nau dan Air Besi” Paparnya
Rapat Persiapan Audit kasus stunting dibuka oleh Dr. M. Dodi Hardinata, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa
“Rapat ini harus memberikan hasil sebuah tindak lanjut sebagai dasar penentuan lokasi AKS Semester II tahun 2023, dalam pelaksanaannya audit kasus stunting melibatkan Dokter Spesial anak, Dokter Spesialis kandungan, ahli gizi dan Psikolog, yang secara bersamaan sesuai dengan disiplin ilmu menganalisa permasalahan keluarga yang menjadi sasaran kegiatan ini” Jelas Kepala Balitbangda Bengkulu Utara Dr.M. Dodi Hardinata, S.Sos,M.Si. Dalam acara tersebut Senin 13/11/2023.
Penulis : lau





