BREAKING NEWS: Di Hadapan Makam Pahlawan, 69 Pejabat BU Dilantik: Wabup Sumarno Titip Pesan Pengabdian

oleh -209 Dilihat
oleh

BENGKULU UTARA, HR — Suasana berbeda mewarnai pelantikan 69 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Bukan di ruang kantor pemerintahan, prosesi pengambilan sumpah jabatan justru digelar di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Ratu Samban, Arga Makmur, Kamis malam, 24 September 2026.

Pelantikan dipimpin Wakil Bupati Bengkulu Utara H. Sumarno, S.Pd. Sebanyak 69 pejabat dilantik dari berbagai jenjang jabatan, termasuk pejabat administrator, pengawas, pejabat fungsional serta empat kepala sekolah dasar. Salah satu pejabat yang dilantik adalah Faizal Hadi, S.KM., M.Si. sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara.

Namun, yang menjadi perhatian bukan semata jumlah pejabat yang dilantik, melainkan lokasi dan pesan yang ingin ditegaskan melalui pelantikan tersebut.

TMP Ratu Samban bukan sekadar tempat berlangsungnya seremoni. Di tempat tersebut terdapat makam para pejuang yang menjadi simbol pengorbanan, perjuangan dan pengabdian kepada bangsa.

Karena itu, pelantikan di lokasi tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Wabup Sumarno menekankan agar para pejabat yang baru dilantik tidak berhenti pada seremoni pengucapan sumpah. Mereka diminta segera bekerja dan menunjukkan perubahan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

«“Negara Indonesia merupakan negara yang menghormati para pahlawan. Kalau bapak ibu menghormati para pahlawan, tentu bekerja untuk daerah harus lebih baik,” tegas Sumarno.»

Pesan tersebut menjadi semakin kuat karena prosesi dilakukan di tengah suasana makam pahlawan. Para pejabat seolah diingatkan bahwa jabatan pemerintahan memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab, integritas, profesionalitas dan pengabdian.

Sumarno juga mengingatkan agar pejabat tidak bekerja lamban atau sekadar mempertahankan pola kerja lama. Menurutnya, pergantian jabatan harus diikuti dengan peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Bukan Sekadar Seremoni

Pelantikan 69 pejabat tersebut pada akhirnya menyisakan satu pesan utama: seberapa jauh sumpah jabatan diterjemahkan menjadi kerja nyata setelah kembali ke kantor masing-masing?

Sebab, makna pelantikan di TMP Ratu Samban tidak berhenti ketika prosesi selesai. Maknanya justru akan terlihat ketika para pejabat mulai mengambil keputusan, memberikan pelayanan, menyelesaikan persoalan masyarakat dan menjalankan kewenangan yang dipercayakan kepada mereka.

Dengan demikian, makam para pahlawan menjadi simbol pengingat bahwa jabatan datang bersama amanah dan tanggung jawab.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum bagi para pejabat untuk membuktikan bahwa penghormatan kepada perjuangan para pahlawan tidak hanya dilakukan melalui doa dan seremoni, tetapi diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat Bengkulu Utara.(R01)