BREAKING NEWS: OTT NARDI DISOROT BCW, WARTAWAN DAN ORMAS SIAPKAN SOLIDARITAS

oleh -350 Dilihat
oleh

BENGKULU TENGAH, HR — Perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap wartawan Nardi di sebuah rumah makan kawasan Desa Pasar Pedati, Bengkulu Tengah, terus menjadi perhatian.

Pantauan Awak Media, Ketua Umum Bengkulu Corruption Watch (BCW), Yasmidi, mempertanyakan konstruksi perkara tersebut dan meminta penyidik mendalami seluruh rangkaian sebelum penyerahan uang Rp1,5 juta yang disebut diamankan dalam OTT.

Menurut Yasmidi, persoalan tersebut berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian material dalam proyek bedah rumah, termasuk dugaan perubahan spesifikasi besi dan pengurangan volume kayu.

Ia menyebut, sebelum pertemuan yang berujung OTT, telah terjadi komunikasi dengan pemilik toko bangunan. Menurut keterangannya, pemilik toko disebut menghubungi Nardi dan menawarkan uang Rp300 ribu serta menjanjikan tambahan.

“Kalau pemerasan, yang mendatangi rumah itu pelaku. Ini terbalik, pemilik toko yang mendatangi rumah Nardi, pemilik toko yang menelepon, pemilik toko yang menjanjikan tambahan,” ujar Yasmidi.

BCW meminta penyidik menguji rangkaian tersebut melalui keterangan para pihak, bukti komunikasi, asal-usul uang, tujuan pemberian, serta dugaan persoalan proyek bedah rumah.

SOLIDARITAS WARTAWAN DAN ORMAS

Di tengah bergulirnya perkara, rencana solidaritas dari sejumlah wartawan dan unsur organisasi masyarakat/LSM mulai disiapkan.

Nama-nama yang disebut siap hadir antara lain Agus Black, Metri, Tommy, Yasmidi, Ujang Metro, Vikram Al Rio, Ade, Sulaidi S., Hendri Saputra, Tarmizi, Erwan Damsir, Fendi, Hendra Navora, Inga Parida, Gunawan S., Rizki Triyanto, Alvin, dan Dedi Firly.

Rencana tersebut disebut sebagai bentuk perhatian terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Pelaksanaan dan bentuk kegiatan masih menunggu koordinasi para pihak. (R01)