Warga Minta Polres Bengkulu Utara Tingkatkan Pengamanan Usai Beredar Dugaan Aksi Begal di Jembatan Pengantin

oleh -655 Dilihat
oleh

Bengkulu Utara, HR– Beredarnya unggahan di media sosial mengenai dugaan aksi pembegalan di kawasan Jembatan Pengantin, dekat Kantor Urusan Agama (KUA), membuat masyarakat resah dan berharap aparat kepolisian segera meningkatkan pengamanan di jalur tersebut.

Dalam unggahan yang beredar, pengunggah mengimbau masyarakat yang melintas menuju Kota Bengkulu agar lebih berhati-hati saat melewati Jembatan Pengantin. Unggahan itu menyebutkan bahwa seorang pengendara sepeda motor diduga menjadi korban pembegalan oleh tiga orang.

Korban disebut sempat mengalami pemukulan di bagian wajah. Unggahan tersebut juga menyatakan para pelaku diduga membawa senjata tajam dan mengambil uang tunai sekitar Rp400.000. Sementara telepon genggam korban disebut tidak sempat diambil karena ada kendaraan lain yang melintas, kejadian diperkirakan pukul 14:00.wib.5/8/2026 kemarin Siang.

Menanggapi informasi yang beredar, Nudiarto, S.Pd., melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima redaksi pada Kamis (6/8/2026), meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah agar masyarakat merasa aman.

“Tolong Ding dibantu sampaikan ke Polres, ini biar tidak menakutkan anak-anak kita,” tulis Nudiarto dalam pesan WhatsApp kepada redaksi.

Dalam pesan berikutnya, Nudiarto juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, ada seorang mahasiswi yang merupakan warga sekitar dan baru pulang dari Kota Bengkulu mengaku melihat kejadian tersebut saat melintas di lokasi.

“Ada salah satu tetangga, mahasiswi pulang dari Bengkulu, pas lewat lihat kejadiannya,” tulisnya.

Ia berharap aparat penegak hukum segera meningkatkan pengamanan di lokasi tersebut.

“Sebagai pemerhati rakyat, kita minta pihak penegak hukum/kepolisian memberi rasa nyaman kepada masyarakat. Kami jadi khawatir kalau anak-anak pulang dari Kota Bengkulu,” tulis Nudiarto.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Bengkulu Utara terkait informasi dugaan pembegalan tersebut. Informasi yang beredar masih berupa klaim dari unggahan media sosial dan keterangan yang disampaikan kepada redaksi, sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Media Harian Rakyat Online masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Polres Bengkulu Utara mengenai kebenaran informasi tersebut, termasuk apakah telah ada laporan polisi dan langkah-langkah yang dilakukan untuk menjaga keamanan di lokasi yang disebutkan.(R01)