MEMANAS! Wisata Kelapa Seribu Bergejolak, Pengurus Kereta Wisata Ancam Hentikan Aktivitas Anggota

oleh -189 Dilihat
oleh

BENGKULU UTARA, HR — Keributan yang terjadi di kawasan Wisata Kelapa Seribu, Desa Kerkap, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Minggu (25/10/2026), memicu reaksi dari Penggiat Kereta Wisata Bumi Merah Putih Bengkulu. Pengurus kelompok tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara beserta instansi terkait segera turun tangan dan menata aktivitas di kawasan wisata tersebut.

Sikap tegas itu disampaikan Sya Alistari Effendi, selaku pengurus Penggiat Kereta Wisata Bumi Merah Putih Bengkulu, melalui pesan tertulis pada Minggu (25/10/2026). Ia menyebut, keributan tersebut melibatkan masyarakat dan salah satu anggota kelompoknya yang beraktivitas di kawasan Wisata Kelapa Seribu.

Menurut Sya Alistari Effendi, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menilai, penataan kawasan wisata harus mengacu pada regulasi yang berlaku sehingga aktivitas masyarakat dan para pelaku usaha wisata memiliki kejelasan aturan.

“Dengan adanya keributan yang terjadi antara masyarakat di lokasi Wisata Kelapa Seribu di Desa Kerkap, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, dengan salah satu anggota kami yang tergabung dalam Penggiat Kereta Wisata Bumi Merah Putih Bengkulu, kami memohon kepada pemerintah kabupaten, terutama instansi terkait, agar memberikan perhatian dan mengambil tindakan,” demikian inti pernyataan Sya Alistari Effendi.

Pernyataan pengurus tersebut bukan sekadar permintaan agar pemerintah turun tangan. Sya Alistari Effendi juga menyampaikan kemungkinan menghentikan aktivitas anggotanya di kawasan Wisata Kelapa Seribu apabila tidak ada perhatian dari pemerintah daerah terkait aturan resmi yang berlaku.

Ia menegaskan, pihaknya selama ini berupaya memantau anggota yang menjalankan aktivitas kereta wisata di berbagai lokasi wisata yang mereka kunjungi.

“Kami selaku pengurus selalu memantau anggota ke mana pun lokasi wisata yang dimasuki anggota kami,” tulisnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperjelas regulasi dan menata aktivitas di kawasan wisata tersebut. Dengan demikian, potensi perselisihan antarpihak dapat dicegah dan kegiatan wisata bisa berlangsung lebih tertib.

Ada Apa dengan Penataan Wisata Kelapa Seribu?

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pengaturan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Wisata Kelapa Seribu. Apakah sudah terdapat aturan yang jelas mengenai kegiatan masing-masing pihak, dan bagaimana mekanisme penyelesaian apabila terjadi perselisihan di lapangan?

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai regulasi yang berlaku, kewenangan pengelolaan kawasan, serta langkah yang akan ditempuh untuk mencegah kejadian serupa.

Penataan kawasan wisata tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan pengunjung, tetapi juga kepastian aturan bagi masyarakat dan para pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pariwisata.

Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap, pemicu keributan, serta tanggapan resmi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara belum diperoleh. Keterangan dari pihak lain yang terlibat juga masih diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara utuh dan berimbang.

HARIAN RAKYAT ONLINE, akan terus memantau perkembangan persoalan di kawasan Wisata Kelapa Seribu dan menantikan penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait.(R01)