BENGKULU UTARA,HR — Sinergi antara kepolisian, insan pers, dan masyarakat menjadi salah satu kunci membangun kepercayaan publik. Semangat tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran Polres Bengkulu Utara bersama puluhan pimpinan media online, cetak, dan elektronik di Warung Coffee Zona Aman, Rabu (21/10/2026).
Pertemuan berlangsung mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai, setelah kegiatan di Kelurahan Kemumu, tepatnya di samping Alun-Alun Rajo Malim Paduko. Suasana santai di warung kopi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, bertukar pandangan, dan membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepolisian dan insan pers.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., Wakapolres Kompol Januri Sutirto, S.H., Kasat Reskrim AKP Alvan Dellano, S.Tr.K., S.I.K., M.H., serta Kasi Humas Iptu Edi Permana, S.H., unit Intel beserta jajarannya Pertemuan turut dihadiri puluhan pimpinan media dari berbagai platform.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian terbuka oleh kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., dan sambutan perwakilan media. Setelah itu, kegiatan memasuki sesi dialog dan diskusi.
Pertemuan yang fleksibel diharapkan dapat menciptakan suasana komunikasi yang lebih terbuka. Melalui dialog tersebut, insan pers memiliki ruang untuk menyampaikan masukan, pandangan, serta persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Hubungan antara kepolisian dan media memiliki peran strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Kepolisian dapat menyampaikan informasi dan klarifikasi, sedangkan pers menjalankan tugas jurnalistik, termasuk mengangkat keluhan warga dan mengawasi pelayanan publik.
Namun, sinergi tersebut harus tetap menghormati independensi pers. Kemitraan profesional tidak berarti menghilangkan kritik, melainkan membuka ruang komunikasi agar setiap persoalan dapat dibahas berdasarkan fakta dan kepentingan masyarakat.
“Melalui komunikasi yang terbuka, kami berharap hubungan antara Polri, pers, dan masyarakat semakin kuat. Jika terdapat persoalan atau keluhan, silakan disampaikan melalui saluran yang tersedia agar dapat dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” papar kapolres dihadapan para awak media rabu 21/10/2026.
Semangat Polri Bersama Masyarakat perlu diwujudkan melalui pelayanan yang profesional, keterbukaan terhadap masukan, dan kesediaan mendengarkan keluhan warga.
Masyarakat membutuhkan saluran komunikasi yang jelas untuk menyampaikan persoalan keamanan, ketertiban, maupun laporan yang memerlukan penanganan aparat. Setiap laporan harus diproses sesuai prosedur, fakta, dan kewenangan yang berlaku.
Dalam konteks tersebut, jurnalis dapat berperan sebagai jembatan aspirasi publik. Informasi yang dihimpun melalui pemberitaan dapat membantu mengangkat persoalan yang membutuhkan klarifikasi atau perhatian pihak terkait.
Karena itu, komunikasi antara polisi dan pers diharapkan tidak berhenti pada pertemuan informal, tetapi berlanjut menjadi hubungan profesional yang mendukung kepentingan masyarakat.
Pertemuan di Warung Coffee Zona Aman menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara jajaran Polres Bengkulu Utara dan insan pers. Tantangan berikutnya adalah memastikan komunikasi yang terbangun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keterbukaan informasi, respons terhadap pengaduan, dan penanganan laporan secara profesional merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Masyarakat tentu berharap setiap aspirasi yang disampaikan memperoleh perhatian yang semestinya. Sementara itu, pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen, objektif, dan berimbang.
Sebab, ukuran keberhasilan sinergi polisi, pers, dan rakyat bukan sekadar duduk satu meja, melainkan sejauh mana komunikasi tersebut mendorong pelayanan yang lebih baik dan persoalan masyarakat mendapatkan perhatian.
HARIAN RAKYAT ONLINE — Tajam, Berimbang, dan Berpihak pada Kepentingan Publik.(R01)





